Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?



















































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

Memasarkan Artikel ke Penerbit Besar.

Memasarkan Artikel ke Penerbit Besar.
Kalau sebelumnya kita menawarkan ke penerbit kecil maka sekarang tibalah saatnya Anda menawarkan naskah ke penerbit besar. Menawarkan naskah artikel ke penerbit besar tidak semudah menawarkan ke penerbit kecil. Penerbit besar biasanya memiliki kriteria tertentu untuk naskah yang bisa diterbitkan. Ada yang mau menerbitkan artikel itu asal dicarikan sponsor yang membiayai penerbitan itu. Kalau tidak ada sponsor artikel itu tidak diterbitkan. Kemudian mereka memiliki banyak perhitungan yang antara lain: naskah memiliki standar tertentu, naskah memiliki peluang untuk dijual ke pasar, naskah sesuai dengan visi dan misi perusahaan, tidak ada dalam kepercayaan tertentu atau agama tertentu, minimal banyaknya halaman naskah, serta lainnya yang merupakan persyaratan sebuah naskah.

Dalam hal ini tidak semua penerbit menginginkan naskah yang bersifat universal, tetapi ada penerbit yang memiliki wadah khusus Lmtuk artike yang berbau agama. Apabila ada penulis pemula yang mengirimkan naskah, namun tidak sesuai dengan syarat-syarat di atas, pasti akan ditolak. Oleh sebab itu, persiapkanlah naskah Anda sedemikian rupa dengan melihat visi dan misi, keperluan serta kriteria yang dimiliki penerbit. Untuk mengetahui hal itu mintalah email dari mereka, biasanya penerbit yang emailnya jalan, pasti akan dikirimkan visi dan misi, serta kriteria artikel yang kalau dengan cara ini tidak bisa dilakukan, Anda bisa melihat buku yang sudah diterbitkan oleh penerbit itu. Biasanya dari buku yang diterbitkan akani tercermin, artikel seperti apa saja yang bakal diterbitkan. Dengan demikian Anda sudah memiliki standar yang mesti bisa dijadikan patokan ketika Anda membuat suatu artikel. Serta pesan yang paling mendasar adalah buatlah buku sesuai dengan bidang ilmu yang Anda kuasai, dan sekaligus artikel itu sangat bermutu di mata Anda maupun penerbitnya. Jika dengan cara Anda di atas ternyata masih juga belum berhasil menghubungi atau mendapatkan respon dari penerbit, maka yang bisa Anda lakukan adalah mencari jembatan yang bisa membantu masuk ke wilayah penerbit.

Biasanya penulis yang sudah dikenal akan membantu Anda untuk mengenalkan kepada editornya. Mintalah email editor yang dikenalkan, kalau bisa nomer telponnya. Dengan direferensikan seperti ini Anda lebih mudah untuk masuk ke editor penerbitan. Penulis juga mengalami hal yang sama sebelum bisa menembus Gramedia, saya mencari penulis yang biasa menulis untuk Gramedia. Darinya penulis mendapatkan referensi, yaitu siapa yang harus djhubungi sehingga apa yang kita bisa terwujud, yaitu menerbitkan naskah artikel kepada penerbit besar. Begitu pula yang penulis lakukan pada penerbit lain, penulis referensi untuk menghubungi mereka. Kalau dengan cara tersebut di atas tidak berhasil juga, maka yang bisa dilakukan lainnya adalah menulis bersama dengan penulis terkenal lainnya. Menempuh cara seperti ini belum tentu penulis yang terkenal itu mau dengan kehadiran kita, atau belum tentu ilmu yang sedang kita tulis itu sama dengan penulis tersebut. Namun jika Anda memiliki kesempatan seperti ini, yaitu ada penulis tenar yang mengajak Anda menulis bareng, maka ini adalah peluang emas.

Siapa yang pernah melakukan cara seperti ini? Ariesandi Setyono dan Adi W. Gunawan. Sebelumnya Adi W. Gunawan menulis sendiri kemudian berpartner dengan Ariesandi Setyono. Ariesandi Setyono belakangan menulis sendiri secara kasat mata jika Anda di posisi sebagai penulis pemula dan di posisi Ariesandi Setyono, maka Anda sangat mendapatkan keberuntungan, menulis bersama adalah suatu cara dalam mendompleng nama tenar penulis lainnya.

Talk show pemasaran selanjutnya adalah ketika naskah artikel Anda sudah diterbitkan oleh penerbit dan sudah diedarkan di toko artikel. Beberapa penulis seperti Ayu Utami, Moammar Emka, Rhenald Kasali, Safir Senduk serta penulis Iainnya selalu mengadakan talk show ketika artikelnya sedang launching. Pada saat talk show inilah sebenarnya Anda sedang melakukan promosi terhadap buku Anda. Sehingga selain Anda dikenali, buku Andapun akan dibeli oleh konsumen. Talk show diidentifikasi sangat efektif dalam mempromosikan artikel. Melalui talk show Anda bisa menyapa langsung pembaca Anda. Ketika talk show Anda bisa berhadapan langsung dengan pembaca Anda. Maka banyak keuntungan melakukan tulk show selain dikenali, Anda juga bisa melihat respon dan tanggapan konsumen mengenai artikel tersebut.

Melalui talk show orang yang tadinya tidak mengenali Anda bisa mengenali dari dekat Oyu, talk show bisa dilakukan di studio radio maupun di hotel atau di toko artikel. Ketika dilakukan di studio radio maka banyak orang yang mendengarkan suara Anda. Sedangkan ketika dilakukan di toko artikel Anda akan berhadapan Iangsung dengan konsumen. Begitu pula ketika dilakukan di hotel pasti ada pengunjung yang datang ke tempat saat Anda sedang mengadakan talk show dan yang dilakukan secara on air itu. Ketika talk show pembaca Anda menginginkan dialog dengan Anda. Mereka mengajukan pertanyaan dan Anda menjawabnya. Keinginan bertemu dan mengajaknya berbicara ini selalu terjadi dan diinginkan pembaca Anda. Selain itu mereka membeli artikel Anda dan Anda dimintai tanda tangan. Pembaca artikel jika bisa berbicara dengan penulisnya dan mendapatkan tanda tangan dari penulisnya sudah cukup senang. Wajah dan nama Anda akan lebih dikenali dalam talk show tersebut, sehingga paling tidak wajah Anda yang selama ini selalu berada di balik artikel bisa ditatap langsung oleh pembaca Anda.

Memang tidak semua penulis menyukai acara seperti ini, sebab banyak sekali penulis yang tidak ingin publik mengetahui jati dirinya. Nama yang digunakan di artikel saja nama samaran maka ia sangat menghindari untuk tampil di depan publik. Ia hanya senang menulis dan merasa puas dari kegiatan menulis itu. Tapi tidak begitu dengan penulis lain yang masih merindukan bertemu dengan para penggemarnya. Ia akan melakukan talk show sebagai cara bertemu dengan penggemarnya. Sekarang trend talk show ini ditengarai dapat memicu munculnya penjualan di mana-mana.

Seminar menunjukan dan menggelar karya-karya Anda. Pembaca akan punya banyak untuk mengoleksi artikel Anda karena selama ini ia juga koleksi Anda. Terutama kalau artikel yang Anda promosi dan berkenalan pembaca artikel Anda, Anda akan dikenali oleh para peserta seminar, karena Andalah yang memberikan seminar itu dan pembaca Anda hadir untuk mengikuti acara seminar itu. Biasanya peserta seminar adalah pembaca artikel Anda dan mereka tidak hanya mengikuti seminar Anda, tetapi mereka juga bertemu dengan Anda.

Penulis memiliki pengalaman yang cukup unik, bahwa peserta seminar ini akan memburu kita kalau kita sedang mengadakan seminar. Pada saat penulis diundang oleh sebuah event organizer di Jakarta, penulis tidak menduga bahwa peserta seminar tersebut jauh-jauh datang clari Surabaya dan Magelang, serta kota lainnya hanya untuk mengikuti seminar. Nah, hal inilah yang harus diketahui oleh seorang penulis, efek domino dari menulis artikel sangat dahsyat. Artikel koleksi Anda bisa dijual di sela-sela istirahat seminar. Memang Anda tidak perlu serepot ini ketika seminar, orang penerbitan biasanya akan membantu Anda untuk menggelar. Atau orang toko artikel bisa membantu Anda untuk menjual koleksi Anda. Sebelum seminar berlangsung Anda bisa melakukan koordinasi dengan penerbit, toko artikel atau team Anda bagi yang mengurusnya sendiri. Semua itu bisa cliatur yang penting tujuan Anda adalah mempromosikan artikel Anda.

Pada saat seminar Anda bisa memasang spanduk yang berisikan buku Anda, atau x-banner yang berisikan gambar artikel Anda. Semua itu bisa dilakukan karena penerbit biasanya akan mensupport semua kegiatan Anda yang berhubungan dengan promosi artikel Anda. Kalau penyelenggaraan seminar banyak pengunjungnya dengan sendirinya buku Anda bisa dipromosikan.

Work shop pelatihan.
Begitu pula di acara Work shop atau pelatihan, artikel Anda bisa digunakan sebagai sarana promosi karena acara ini berlangsung minimal 2 hari, maka pengenalan terhadap buku akan lebih lama. Mungkin buku digelar di meja saat Anda sedang berbicara, atau di luar arena pelatihan. Yang penting artikel yang Anda tulis semuanya bisa digelar dan peserta pelatihan mengetahui kalau Anda banyak menulis artikel. Bagaimana kalau artikelnya baru satu, ya di-display saja sebanyak-banyaknya sampai semeja penuh. Kalau display buku Anda kelihatan banyak, Anda akan lebih dikenali oleh peserta pelatihan sebagai penulis artikel. Kalau sudah mengenali demikian jika ada terbit buku baru, artikel Anda pasti akan menjadi konsumsi mereka. Artikel yang dikenalkan di acara pelatihan akan lebih mengenal karena Anda sendiri akan menjelaskan secara detil isi buku. Peserta pelatihan akan bisa lebih memaharni daripada membaca artikelnya. Memang ada beberapa orang yang lebih suka mendengarkan dari pada membaca buku itu sendiri. Meskipun tidak sedikit pula yang suka membacanya dan kemudian mendengarken.

Artikel Anda bisa dijual disela-sela istirahat pelatihan. Mereka bisa melihatnya secara dekat dan meminta tanda tangan jika sudah membelinya. Ritual tanda tangan sudah biasa dilakukan oleh penulis yang sekaligus melatih materi dalam artikel itu. Malah pembaca akan memburu tanda tangan penulis, meskipun di tempat yang jauh seperti yang penulis alami sendiri. Workshop atau pelatihan ini biasanya akan disponsori oleh penerbit, atau Anda selenggarakan sendiri. Di dalam ruangan work shop atau pelatihan, Anda bisa memasang x-banner atau spanduk. Di dalam ruangan workshop Anda pun bisa sekaligus berpromosi. Oleh sebab itu, gunakanlah semaksimal mungkin acara workshop ini sebagai sarana memperkenalkan artikel Anda. Acara talk show, seminar dan workshop ini adalah aktivitas yang merupakan upaya memasarkan artikel yang sudah diterbitkan.

Read More...... [+/-]

 

Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial