Membuat buku sekarang ini memang lebih cepat bila dibanding sebelum ditemukan komputer. Sekarang ini kita bisa menulis sebuah buku ataupun artikel dimana dan kapan saja, seperti slogannya "coca cola" yang mengatakan "always coca cola". Orang tidak perlu harus memiliki ruangan khusus dan dalam suasana sunyi, baru bisa menulis buku dengan baik. Penulis selama ini tidak pernah mendalilkan bahwa menulis buku harus membutuhkan waktu khusus dan ruangan khusus. Bahkan hampir 30 buku karya penulis yang telah terbit, ditulis di tempat yang tidak tetap. Ada yang di dalam mobil ketika sedang menunggu istri belanja, di kereta api ketika travelling ke para customer. Ketika naik pesawat pada saat hendak memberikan seminar atau workshop, bakan di kapan ferry ketika menyeberang dari satu pulau ke pulau lainnya. Media yang digunakan selain komputer bisa di buku bekas, kertas bekas, atau agenda yang sedang penulis bawa. Di mana saja dan kapan saja penulis bisa menulis, bahkan di ruang pameran ketika pengunjungnya masih belum datang, penulis bisa membuat tulisan tanpa takut tidak bisa menulis. Bagi penulis, menulis di mana saja tidak menjadi masalah selama ada waktunya.
Kalau menulisnya dimana dan kapan saja, maka tidak fokus dong dengan apa yang ditulisnya? Tergantung bagagimana kita menyiasatinya. Biasanya penulis akan menyiapkan bab, sub bab dan alinie-aliniea setiap sub bab sebelum di bahas. Penulis tinggal merangkai kata-kata yang berhubungan dengan topik di masing-masing sub bab dan alineanya. Bab dan sub bab serta alinea yang hendak ditulis akan disiapkan kemana kita mau pergi, kalau pas ada kesempatan menuils kita akan langsung menuliskannya. Dengan begitu, kita akan fokus dengan apa yang ditulisnya.
Kalau mau menganalogikan, sebenarnya di mana saja kita berada kita sudah bisa mendapatkan uang dari kegiatan manulis itu. Hanya uang yang kita terima tidak saat itu juga tetapi merupakan akumulasi dari kegiatan menulis di berbagai tempat itu. Kalau sudah menjadi buku, maka royalty awal yang jumlahnya 25% sudah bisa dikantongi, sedangkan sisanya bisa diterima 6 bulan kemudian. Menulis di mana saja ini istilahnya kita, sedangkan mengumpulkan uang receh dan ketika buku sudah diterbitkan dan mendapatkan royalty istilahnya kita seperti sedang membuka tabungan kita.
Peluang mendapatkan uang dari menulis buku dan artikel ini akhirnya sama seperti kalau kita sedang minum coca cola. Dimana saja kita berada dan ingin minum, maka minumlah kita, karena minuman itu memang tersedia dimana-mana. Begitu juga dimana saja kita bisa menulis dan merasakan sejuknya menulis serta peluang mendapatkan uangnya. Meskipun uangnya baru di dapat ketika buku diterbitkan. Semua itu memang membutuhkan proses, oleh sebab itu, seorang penulis yang serius menjadikan aktivitas menulis ini sebagai profesi, dan iapun sudah maklum dengan kondisinya. Tidak seperti pegawai negeri yang sebulan sekali dapat gaji, tetapi sebagai penulis baru menerima pembayaran setiap enam bulan sekali. Pada saat mendapatkan royalty-nya, seorang penulis akan menerima akumulasi dari pekerjaannya yang dilakukan di mana saja dan kapan saja itu.



Automotive
Businesses Offline
Internet & Businesses Online
Finance & Investing
Food & Drink
Health
Family
Sports
Home Improvement
Computers, Technology & Communications
News, Legal & Society
Education & Reference
Writing Speaking
Self Impro. & Relationships
Travel & Recreation
Jobs & Careers
Free Trade Magazine Subscriptions & Technical Document Downloads
Cara Antisipasi Serangan Angin Duduk .




























