Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?



















































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

Beda Artikel Dengan ISBN dan Tidak Memakainya

ISBN (International Standard Book Number).
Apa yang dimaksud dengan ISBN? International Standard Book Number, atuu ISBN (terjemahan dalam bahasa Indonesia: Angka Artikel Standar Internasional, adalah pengindentifikasian yang unik untuk artikel yang digunakan secara komersial. Sietem ISBN diciptakan di Britania Raya pada tahun 1966, oleh seorang pedagang alat-alat wus WH. smith. Semula ISBN disebut Standard Book Numbering atau SEN (digunakan hingga tahun 1974. Sistem ini diadopsi sebagai standar internasional ISO 2108 tahun 1970.

Pengidentifikasi serupa adalah International Standard Serial Number (ISSN, yang digunakan untuk publikasi periodik seperti majalah ISBN diperuntukkan bagi penerbitan artikel. Nomor ISBN juga tidak bisa dipergunakan secara sembarangan, ia diatur oleh sebuah lembaga internasional yang berkedudukan di Berlin, Jerman. Untuk memperolehnya bisa menghubungi perwakilan lembaga ISBN di tiap negara yang telah ditunjuk oleh lembaga internasional ISBN.

Perwakilan lembaga internasional ISBN di Indonesia adalah Perpustakaan Nasional yang beralamat di Jalan Salemba, Jakarta. Nomor ISBN ini dapat diperoleh dengan cara menghubungi Perpustakaan Nasional melalui Faksimil atau bertemu langsung dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Mengirimkan atau membawa surat permohonan yang berisi judul artikel beserta sinopsis yang akan diterbitkan.
2. Membayar biaya administrasi Rp 25.000 per judul artikel (di Malaysia tidak dikenai biaya apa pun).

Proses untuk memperoleh nomor ISBN tidaklah rumit, terlebih bila datang sendiri ke Perpustakaan Nasional hanya memerlukan waktu beberapa jam. ISBN terdiri dari 10 digit nomor dengan urutan penulisan adalah kode negara-kode penerbit-kode identifikasi. Namun, mulai Januari 2007 penulisan ISBN mengalami perubahan mengikuti pola EAN, yaitu 13 digit nomor. Perbedaannya hanya terletak pada tiga digit nomor pertama ditambah 978. Jadi penulisan ISBN 13 digit adalah 978-k0de negara-kode penerbit-kode  identifikasi.

Artikel yang ditengarai tidak ber-ISBN masih banyak jumlahnya. Gramedia sebagai toko artikel terbesar dan terbanyak di seluruh Indonesia, sesekali kelolosan menjual artikel yang tidak memiliki ISBN. Penulis sendiri tidak tahu, apakah Gramedia tidak memberikan batasan terhadap artikel yang dipasarkan. Atau memang diperbolehkan, penulis tidak tahu mengenai hal itu. Namun menurut pendapat penulis semestinya yang dijual oleh toko Gramedia adalah artikel yang memiliki ISBN.

Untuk apa ISBN itu?
Pertama, tentunya untuk penerbit itu sendiri, karena telah mencatatkan artikelnya hingga memiliki ISBN. Kedua, bagi penulis ISBN sangat diperlukan. Kalau penulisnya kebetulan adalah dosen di sebuah perguruan atau universitas tertentu, ISBN akan memdiki nilai poin yang bisa digunakan untuk kenaikan jabatan dalam organisasi akademis. Sedangkan bagi penerbit yang tidak bisa mendapatkan ISBN, maka kualitas naskah dianggap atau berada di luar tanggung jawab dari lembaga yang mengeluarkan ISBN.

Alangkah baik dan senangnya jika Anda mendapatkan penerbit yang bisa mengeluarkan ISBN untuk artikel Anda.

Perlukah ISBN diburu? Perlu sekali. Caranya yaitu selalu melihat penerbit yang menerbitkan artikel, apakah mereka selalu memberikan ISBN. Kalau penerbit itu tidak memberikan ISBN pada artikelnya maka sebaiknya Anda menghindari untuk mengirimkan naskah ke penerbit itu.

Artikel yang ber-ISBN adalah artikel yang bisa dipertanggungjawabkan baik oleh penerbit maupun penulisnya. Mendaur naskah lama ini memang tidak baik kalau sering dilakukan. Apalagi kalau penulisnya tidak memberitahukan bahwa artikel tersebut telah pernah terbit dan sekarang diterbitkan lagi pada penerbit yang berbeda dengan judul yang berbeda. Bagi pengarang yang memiliki koleksi Anda, pasti akan kecewa jika membeli artikel Anda. Bukankah ia tidak bisa melihat bagian dalam artikel karena kondisi yang sudah tersegel ketika di-display di toko?

Naskah daur ulang memang masih banyak beredar di toko dengan wajah baru. Saya memiliki artikel yang ditulis oleh Gerald I. Nierenberg & Hendry H. Calero yang diterbitkan oleh penerbit lain. Serta diterbitkan oleh penerbit yang terakhir ternyata juga diterbitkan oleh penerbit lain pula. Artikel ini memiliki desain cover yang berlainan dengan yang lain. Artikel yang sama diterbitkan oleh 3 penetbit yang berbeda. Sesuai yang pernah penulis baca di Jawa Pos kolom, bahwa artikel daur ulang ini masih banyak dan sempat mengecewakan pembelinya.

Read More...... [+/-]

 

Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial