Sudahkah Anda daftarkan blog Anda ke Blog Directory?



















































































artikel of designed with the beautiful airplane prints
artikel of the top manufacturers of airplane crib bedding
artikel of the airplane crib bedding sets
artikel of the massive expense of helicopters
artikel of particularly rewarding as almost every RC airplane modeller
artikel of model airplane setup to offer a professional service
artikel of inexpensive disposable 35mm camera to the bottom of your model aeroplane
artikel of strapping some sort of camera to the model airplane
artikel of RC model airplane pilot
artikel of Electric power for your model airplane
artikel for the hobby of RC model airplane flying
artikel of aerial photography and video using your RC model airplane
artikel of professional aviation before returning to aeromodelling
artikel of the military when they were flying in the very airplane
artikel of be careful about with your model airplane

2. Perwajahan dan Format Buku

2. Perwajahan dan Format Buku

Sebagaimana halnya dengan judul buku, perwajahan (penampilan luar) buku memegang peranan penting dalam menarik minat pembaca. Buku yang isinya baik dengan perwajahan kurang baik, tidak akan menarik minat orang untuk membacanya. Karena itu, perwajahan buku (kulit muka dan belakang buku),  harus direncanakan sedemikian rupa agar kelihatan indah dan menarik.

Buku mempunyai format dan elemen-elemen tertentu, yang sudah lazim berlaku di dunia internasional. Sebenarnya, baik perwajahan, format maupun susunan elemen-elemen buku, merupakan tugas dari penerbit untuk menatanya. Namun penerbit selalu sangat senang bila sebuah naskah telah disiapkah oleh pengarangnya dengan lengkap, berikut format dan elemen-elemen yang telah tersusun rapi layaknya sebuah buku jadi. Lagi pula, sebagai pengarang haruslah  juga mengetahui format dan elemen-elemen buku yang lazim berlaku.

Kini, ambillah sebuah buku yang masih lengkap dan coba Anda perhatikan:

1. Wajah Buku

Wajah buku atau muka buku adalah bagian paling luar dari buku sebelah muka, yang sekaligus merupakan kulit buku (cover). Biasanya terbuat dari kertas khusus yang lebih kuat dan tebal, ditata dengan aneka warna agar menarik. Pada muka buku ini tertera:

a. Judul buku selengkapnya, ditulis dengan huruf agak besar sehingga jelas dan mudah terbaca.
b. Nama pengarang, yang dapat ditempatkan di atas judul buku, tetapi bisa juga di bawah judul. Nama pengarang ditulis lebih kecil dari judul buku.
c. Lambang Penerbit, biasanya ditempatkan kecil di sudut kanan atau kiri bagian atas cover buku.
d. Tata gambar dan tata warna, sejalan dengan isi buku.
e. Kadang-kadnag diterakan nama Penerbit di bagian paling bawah cover buku.

2. Judul Perancis.

Judul perancis ini merupakan lembar pertama setelah kulit buku dan selalu ditempatkan di sebelah kanan. Di sini yang tertera hanya judul buku saja, tanpa nama pengarang dan elemen-elemen lainnya.

3. Judul Utama.

Judul Utama merupakan lembar ke dua dari buku, dan terletak di sebelah kanan . Di sini diterakan sekurang-kurangnya:

a. Judul buku selengkapnya.
b. Bila buku merupakan cetak ulang, maka kata-kata cetakan kesekian diterakan setelah judul.
c. Nama pengarang atau penerjemah (bila ada).
d. Simbol penerbit, nama penerbit berikut nama kota tempat penerbit. Sering juga dilengkapi dengan alamat penerbit dan tahun diterbitkan. Elemen pada "d" ini ditempatkan paling bawah.

4. Keterang Tentang Hak Cipta.

Halaman ini berada di belakang judul utama, jadi berada di sebelah kiri. Ada beberapa keterangan yang diterakan di halaman ini:

a. Kadang-kadang judul dan nama penerbit masih diterakan di sini, tetapi seringkali tidak diterakan lagi.
b. Keterangan tentang hak cipta, yang biasanya berbunyi: "Hak cipta dilindungi oleh Undang-Undang". Bila hak cipta sudah dipindahkan, misalnya kepada penerbit, maka kalimat tersebut ditambah dengan "dan berada pada penerbit".
c. Nama orang yang membuat desain sampul muka buku .
d. Riwayat penerbitan buku itu, misalnya "Karangan ini pernah dimuat secara bersambung dalam Majalah A".
e. Tahun edisi-edisi sebelumnya.
f. Nomor standar Buku Internasional, sesuai dengan jenis buku itu.

5. Persembahan.

Halaman ini biasanya berada di sebelah kanan dan di belakangnya dibiarkan kososng. Di sini tertera persembahan pengarangnya, misalnya:

"Buat Bunda tercinta, yang memberi ilham dalam menyusun buku ini"

6. Daftar Isi.

Daftar isi ditempatkan di halaman sebelah kanan bagian buku, terdiri dari judul bagian dari buku berikut nomor halamannya. Dari halaman pertama (tak termasuk kulit buku) yakni pada Judul Perancis, sampai dengan halaman akhir Kata Sambutan, diberi nomor halaman dengan angka Romawi huruf kecil, yakni halaman i - ii - iii - iv - v dan seterusnya. Dan mulai dari materi isi buku, biasanya Bab I, baru diberi nomor halaman dengan angka 1 - 2 - 3 - 4 - 5 dan seterusnya.

7. Daftar Ilustrasi.

Halaman untuk ini berada di sebelah kanan. Ilustrasi tersebut antara lain berupa gambar, foto, peta, bagan dan sebagainya. Di sini dicantumkan judul ilustrasi dan pada halaman berapa diterakan pada buku. Namun pada karya fiksi, biasanya ilustrasi berupa gambar atau lukisan tidak dibuatkan daftarnya. Gambar diterakan langsung pada halaman buku yang sejalan dengan uraian cerita, baru di bawahnya dituliskan teks ilustrasi tersebut.

8. Prakata.

Prakata dengan berbagai istilah seperti "Sekapur Sirih", "Sepatah Kata",  "Kata Pengantar" dan sebagainya, adalah kata-kata pembukaan dari pengarang dalam memperkenalkan buku itu kepada pembacanya. Isinya antara lain keterangan singkat mengapa buku itu disusun (latar belakang penyusunan), apa isinya, apa yang diharapkan oleh penyusun dan sebagainya. Prakata ditutup dengan mencantumkan nama kota tempat pengarang menyusun buku itu, berikut bulan dan tahun disusunnya buku karangan tersebut. Misalnya: Pekanbaru, Septermber 2009. Di sini tidak dicantumkan tanggalnya, karena tidak mungkin buku itu disusun hanya dalam sehari saja. Di bawah nama kota dan tanggal dan tahun tersebut, ditulis: Hormat Penyusun atau Penyusun, saja. Dalam hal ini sebenarnya tergantung pada selera penyusun belaka. Bila tanggalnya diterakan, maka tanggal itu dimaksudkan hari diselesaikannya karangan buku itu. Ada juga yang tidak mencantumkan nama kota, bulan dan tahun. Yang ditulis hanya: Penyusun (tanpa mencantumkan namanya). Ada pula yang mencantumkan namanya.

9. Kata Sambutan.

Berbeda dengan Prakata, Kata Sambutan dibuat oleh orang lain, yang berfungsi untuk lebih memperkuat kehadiran dan eksistentsi karangan itu. Di sini yang memberikan Kata Sambutan adalah orang dipandang ahli, dan karenanya mempunyai nama dan karisma, di bidang yang disajikan oleh buku itu. Dengan adanya Kata Sambutan dari Sang Ahli, buku itu akan dipandang lebih bergengsi.

10. Isi atau Materi Karangan.

Di sini tidak akan diuraikan panjang lebar, karena masing-masing karangan akan mempunyai pola isi yang berbeda. Karangan ilmiah, pola isinya adalah sistematika penulisan, dengan Bab, Bagian dan Sub Bagian dan elemen-elemen yang lebih kecil sesuai dengan isi karangan. Karangan fiksi berisi bagian-bagian cerita sesuai dengan plot, yang lazim diberi judul sesuai dengan kejadian dalam bagian itu. Tapi pada beberapa karya fiksi, bagian-bagian itu tidak diberi nama judul, cukup ditulis: Bagian Pertama - Bagian Kedua dan seterusnya.

11. Daftar Index dan Daftar Isitilah.

Daftar Index hanya dibuat atau diperlukan pada karangan yang banyak mempergunakan isitilah (terutama istilah ilmiah) yang memerlukan keterangan. Daftar index disusun menurut alfabet dengan mencantumkan halaman terdapatnya istilah tersebut.

12. Daftar Bacaan.

Daftar Bacaan adalah daftar dari buku-buku yang dibaca sebagai sumber rujukan dan referensi dalam menyusun buku itu. Banyak isitlah yang dipergunakan untuk Daftar Bacaan ini, antara lain: Bahan Bacaan -  Kepustakaan - Bibliography. Di sini ditulis selengkapnya nama pengarang, judul buku karangan, Penerbit, kota tempat diterbitkan dan tahun diterbitkan. Daftar Bacaan juga disusun menurut alfabet nama pengarang.

Itulah elemen-elemen utama dari buku, yang dalam hal ini tidak saja karangan fiksi, tetapi juga elemen buku umumnya. Sudah dijelaskan, bahwa penataan perwajahan dan elemen-elemen tersebut adalah tugas penerbit. Namun bila Anda mengajukan sebuah naskah buku karangan yang sudah lengkap dengn susunan elemen seperti tersebut di atas,  maka hal itu akan sangat memudahkan pekerjaan pihak penerbit. Jadi sebaiknya, hal seperti itulah yang harus anda lakukan dengan naskah buku Anda. ***

Copyright © 2009 http://www.indexarticles.com/

 

Copyright © 2010 by: www.IndexArticles.com

Proudly Powered by: Blogger
Designed by blogtemplate4u.com | Blogspot Tutorial